4 Rekomendasi Anime Terbaik Karya Makoto Shinkai

makoto shinkai
Makoto Shinkai

Makoto Shinkai merupakan seorang sutradara, produser, penulis naskah, sinematografer, dan animator asal Jepang. Film-filmnya terkenal dengan grafis yang memanjakan mata, dan jalan cerita yang sulit ditebak oleh para penonton.

Rencananya, Makoto Shinkai akan merilis film terbarunya yang berjudul “Suzume no Tojimari” pada tanggal 11 November mendatang. Sembari kita menunggu filmnya ditayangkan, tidak ada salahnya kita menonton beberapa film yang sudah terlebih dahulu dirilis. Berikut beberapa film terbaik dari Makoto Shinkai versi kami:

1. Kimi No Na Wa (Your Name).

kimi no na wa (your name)
Kimi No Na Wa

Anime ini dirilis pada tahun 2016 silam. Bercerita tentang seseorang siswi SMA bernama Mitsuha Miyamizu, dia tinggal di sebuah desa bernama Itomori daerah pegunungan Hida prefektur Gifu. Sementara itu, Taki Tachibana seorang siswa SMA asal Tokyo. Ceritanya berawal dari suatu hari Taki dan Mitsuha bertukar kehidupan satu sama lain secara misterius. Dan saat mereka kembali ke tubuh masing-masing, baik Taki maupun Mitsuha lupa kalau mereka sebelumnya bertukar tubuh, Kisah pertukaran tubuh ini semakin rumit saja, karena berbagai hal yang terjadi, sampai pada akhirnya Taki dan Mitsuha saling jatuh cinta.

Baca Juga: 13 Tempat Di Anime Kimi No Nawa Ini Ada di Dunia Nyata, Mirip Banget!

Selain menyajikan cerita yang menarik, anime in juga dipadukan dengan soundtrack yang apik. Lagu yang dibawakan oleh band bernama Radwimps akan membekas dibenak penontonnya, karena sangat selaras dengan adegan di filmnya. Salah satu lagu yang paling ikonik adalah Sparkle.

Kimi No Na Wa juga sudah menyambet banyak penghargaan seperti, Festival Animasi Internasional Bucheon ke-18 untuk kategori Best Animated Feature Special Distinction Prize, LAFCA Awards tahun 2016 kategori Best Animated Film, dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Byosoku 5 Centimeter ( 5 Centimeters Per Second).

byosoku 5 centimeter
5 Centimeters Per Second

5 Centimeters per Second mengisahkan tentang Takaki T┼Źno dengan Akari Shinohara yang sudah lama berteman dekat, lalu harus berpisah. Akari berharap suatu hari nanti mereka bisa menikmati bunga sakura bersama lagi. Dari tempatnya sekarang, Tochigi, Akari sering mengirim surat ke Takaki yang berada di Tokyo. Suatu hari, Takaki harus pindah dari Tokyo ke Kagoshima, mengikuti orang tuanya. Hal itu membuat Akari menjadi sedih, karena tempat tersebut sangat jauh, dan akan sangat sulit jika ingin bertemu.

Film ini dibagi menjadi tiga bagian, bagian pertama berjudul Kisah Sakura. Menceritakan kehidupan Takaki saat remaja, saat dia jatuh cinta kepada temannya yang bernama Akari, karena mereka berdua memiliki banyak kesamaan. Namun sayang, mereka harus terpisahkan oleh jarak.

Bagian keduanya berjudul Angkasawan, bagian ini Takaki sudah menjadi murid SMA dengan hobi memanah. Takaki tumbuh menjadi seorang pria pendiam, yang setiap saat terlihat sedang memikirkan sesuatu. Hal itu pula yang membuat dia tak menyadari ada seorang gadis yang menyukainya sejak lama. Dan bagian ketiga berjudul 5 Centimeters per Second, dibagian ini Takaki sudah beranjak menjadi pria dewasa yang sudah bekerja. Namun, Takaki masih saja memikirkan cinta pertamanya, Akari. Dan selalu mencarinya di setiap sudut kota.

Baca Juga: 5 Alasan ‘5 Centimeters Per Second’ Menjadi Film Anime Yang Istimewa

Film yang dirilis pada tahun 2007 ini juga memiliki soundtrack yang bagus. Lagu berjudul One More Time, One More Chance yang dibawakan oleh Masayoshi Yamazaki terasa seperti gambaran dari Takaki yang berharap ada kesempatan satu kali lagi untuk bertemu dengan orang yang dia cintai, yaitu Akari.

3. Tenki No Ko (Weathering With You).

tenki no ko
Tenki No Ko

Cerita dimulai ketika Tokyo selalu mengalami hujan deras yang berdampak pada terganggunya mobilitas semua orang yang berada disana. Di tengah hujan yang abadi ini, ada seorang anak SMA yang kabur dari rumahnya, Hodaka Morishima yang kini harus berjuang untuk menghidupu dirinya sendiri. Dan pada akhirnya Hadoka mendapatkan pekerjaan di penerbit kecil-kecilan. Disaat yang sama, ada seorang anak yatim piatu bernama Hina Amano yang juga berjuang mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan adiknya.

Suatu ketika, secara tak sengaja mereka dipertemukan, ketika Hodaka mencoba menyelamtkan Hina dari pria hidung belang. Mereka memtuskan untuk melarikan diri bersama. Selang beberapa waktu, Hodaka mengetahui kalau Hina memiliki kekuatan yang aneh, kekuatan yang mampu memanggil matahari. Dengan keadaan Tokyo terkana hujan abadi, Hodaka menyarankan Hina untuk menggunakan kekuatannya dengan menjadi “Gadis Sinar Matahari”. Namun, tanpa disadari ada dampak terhadap Hina setiap kali dia menggunakan kekuatannya.

Baca Juga: 5 Alasan Kamu Harus Nonton Film Weathering With You.

Sedikit spoiler, di film ini kita akan melihat Taki dan Mitsuha sebagai cameo. Tentu saja ini akan menjadi penawar rindu bagi penggemar film Kimi No Na Wa. Dan untuk soundtracknya kembali dibawakan oleh Radwimps, dengan lagu andalannya Is There Still Anything That Love Can Do, dan Grand Escape.

4. Kotonoha no Niwa (The Garden Of Words).

the garden of words
The Garden of Words

The Garden of Words mengambil latar cerita pada musim hujan di Tokyo, dimana Takao Akizuki seorang siswa berumur 15 tahun yang mempunyai mimpi menjadi pembuat sepatu. Dia membolos dikelas pertamanya, dan menghabiskan waktu di taman di Shinjuku Gyoen. Di tempat tersebut dia bertemu dengan Yukari Yukino, seorang wanita dewasa berumur 27 tahun yang membolos dari kerjanya. Di taman tersebut, Yukino nampak sedang santai sembari menikmati sebotol kaleng bir, dan sepotong cokelat. Saat Yukino melihat logo di seragam Takao, ia memberikan salam perpisahan, dan membuat Takao dalam kebingungan.

Pertemuan mereka terus berlanjut pada hari-hari berikutnya, di tempat yang sama, dan selalu dalam kondisi yang sama juga yaitu saat langit sedang hujan. Kemudian Yukino mengatakan kepada Takao bahwa ia sangat tertarik pada keterampilannya dalam membuat sketsa sepatu. Karena itu, Takao berencana membuatkannya sepasang sepatu. Tapi disisi lain, musim hujan telah berakhir, dan Takao juga berhenti mengunjungi taman, dan fokus pada pekerjaan paruh waktunya.

Saat liburan musim panas selesai, Takao kembali ke sekolah dan bertemu dengan Yukino yang ternyata adalah guru di sekolahnya. Dari situlah Takao akhirnya mengetahui cerita lain dan alasan mengapa Yukino bolos dari pekerjaannya dan berakhir di taman bersamanya dirinya saat musim hujan.

Baca Juga: The Garden of Words, tempat yang harus dilihat di Tokyo.

Seperti film lainnya, Makoto Shinkai selalu memasukkan lagu-lagu yang sesuai dengan jalan cerita filmnya untuk menjadi soundtrack. Dan kali ini soundtracknya dibawakan oleh Hata Motohiro dengan judul lagu Rain. Yang dimana liriknya menggambarkan perasaan Takao terhadap Yukino dalam film pendek ini.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *