Jenis Investasi Apakah yang Cocok dengan Kamu?

Investasi

Apakah kamu sedang memikirkan mengenai masa depanmu? Sudah mulai merencanakan keuanganmu? Ingin menabung untuk masa tua, tapi kok sepertinya walaupun menabung masih akan susah menggapai masa depan impian? Nah, investasi bisa menjadi jawaban permasalahanmu.

Investasi adalah kegiatan di mana kamu menanamkan uang modal dengan harapan mendapatkan hasil yang lebih besar di masa depan. Ada berbagai jenis investasi yang bisa kamu lakukan sesuai dengan keinginan kamu dan tujuan yang ingin kamu raih. Berdasarkan jangka waktu, investasi dibagi menjadi investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Bagaimana cara kamu memilih antara investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek? Hal ini bisa ditentukan dari tujuan kamu investasi.

Jika kamu ingin melakukan investasi untuk masa depan kamu, misalnya untuk lebih dari setahun atau bahkan hingga berpuluh-puluh tahun tanpa aset tersebut dijual, maka investasi jangka panjang cocok untuk kamu. Tapi perlu kamu ingat bahwa untuk investasi jangka panjang, alangkah lebih baik jika kamu investasi jangka panjang setelah kamu memiliki uang cadangan dan pastikan bahwa uang yang kamu gunakan tidak mengganggu aliran kas sehari-hari kamu, karena uang yang kamu luangkan untuk investasi akan membutuhkan waktu lama untuk dicairkan atau menunjukkan hasil. Contoh jenis investasi jangka panjang yang bisa kamu pilih adalah emas, properti, reksa dana, dan saham.

Jika tujuan kamu berinvestasi adalah untuk meraup keuntungan dalam jangka waktu yang pendek, misalnya kurang dari setahun. Hal ini cocok bagi kamu yang butuh fleksibilitas dalam mencairkan uang, karena waktu yang dibutuhkan untuk mencairkan investasi jenis ini singkat ataupun kamu yang tidak ingin menunggu waktu yang lama untuk memeroleh keuntungan dari investasi. Namun, karena investasi ini bersifat jangka pendek, kamu perlu meluangkan waktu yang cukup banyak untuk mengawasi pergerakan nilai investasi kamu, sehingga kamu bisa tahu waktu yang tepat untuk jual/beli aset investasi ini. Contoh investasi jenis ini adalah reksa dana, saham, deposito, dan peer to peer lending.


Berikut ini keterangan lebih lanjut mengenai contoh-contoh jenis investasi tersebut.

1. Emas

Investasi Emas

Pasti kamu sudah sering mendengar mengenai investasi jenis ini. Investasi ini banyak diminati karena dianggap sebagai investasi paling aman, nilainya yang termasuk stabil namun cenderung naik, dan mudah untuk diperjualbelikan. Dengan resiko yang cenderung rendah, tentu hasil yang diperoleh tidak terlalu tinggi jika digunakan sebagai investasi jangka pendek, oleh sebab itu emas lebih cocok digunakan untuk investasi jangka panjang, yaitu agar hasilnya dapat berakumulasi hingga menjadi lebih banyak.

Walau termasuk relatif stabil dan aman, pergerakan harga emas tetap perlu dipantau agar kamu bisa memprediksi harga ke depan dan kamu dapat membeli lagi ketika harganya sedang turun. Ketika ingin investasi emas, kamu juga perlu pastikan bahwa lembaga investasi tersebut sudah terdaftar dan berlisensi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Sekarang ini, kamu sudah bisa investasi emas secara digital di berbagai platform seperti Tokopedia, Dana, Pegadaian, Bareksa, Bukalapak dan lainnya. Selain emas digital, kamu juga bisa membeli emas fisik di Antam dan ATM Lakuemas.

2. Properti

Properti

Investasi properti adalah investasi yang berhubungan dengan pembelian, kepemilikan, penyewaan, pengelolaan, dan penjualan tanah atau bangunan untuk menghasilkan keuangan. Jenis investasi ini cenderung stabil karena kebutuhan akan properti akan selalu ada, sehingga harga properti akan terus naik. Walau begitu, untuk menjual properti dengan harga yang sesuai membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan investasi seperti emas.

Selain itu, uang modal yang perlu dikeluarkan untuk memiliki aset properti termasuk mahal. Terdapat juga biaya operasional investasi properti berupa perawatan rutin bagi bangunan ataupun biaya keamanan bagi properti tanah. Kamu juga perlu memperhitungkan biaya pajak investasi properti. Pemilihan properti juga perlu pertimbangan dan perhitungan yang matang karena harga jual yang ditentukan berdasarkan lokasinya, yaitu apakah di wilayah rawan bencana, atau kemudahan mengakses, dan lainnya.

3. Reksa Dana

Reksa dana

Reksa dana adalah platform untuk mengumpulkan dana dari sekumpulan pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Karena modal investasi tersebut dikumpulkan, kamu bisa mulai berinvestasi di reksa dana dengan modal yang cukup rendah, yaitu mulai dari Rp10.000,00 saja. Investasi jenis ini cocok bagi pemula, pemodal kecil, maupun orang yang tidak memiliki banyak waktu dan pengetahuan mengenai investasi, karena uang yang kamu investasikan dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah menekuni dunia investasi dan mengerti manajemen resiko.

Selain itu, kamu bisa pilih reksa dana yang sesuai dengan kenyamanan kamu dalam mengambil resiko dan investasi reksa dana dapat dilakukan untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang, sesuai dengan keinginan dan tujuan kamu. Reksa dana terbagi menjadi berbagai jenis, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Yang membedakan jenis-jenis reksa dana tersebut adalah komposisi penempatan modal tersebut, dari yang paling aman yaitu reksa dana pasar uang, hingga yang beresiko paling tinggi, yaitu reksa dana saham. Saat ini, reksa dana sudah dapat dibeli melalui berbagai platform online seperti Bareksa dan Bibit, namun sebelum membeli produk reksa dana, pastikan dulu adanya izin OJK.

4. Saham

Saham

Investasi saham adalah jenis yang cukup populer, yaitu kegiatan penanaman modal kepada suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan berinvestasi saham, kamu bisa menerima keuntungan dari adanya dividen, yaitu pembagian keuntungan perusahaan ke investor. Selain itu, kamu juga bisa memeroleh keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli saham. Investasi ini membutuhkan modal yang lebih besar dari pada reksa dana, namun masih tergolong murah, yaitu mulai dari Rp100.000,00.

Hasilnya mudah untuk dicairkan dan keuntungannya juga cukup tinggi karena harga saham yang berfluktuasi. Namun, perlu diperhatikan bahwa investasi saham termasuk beresiko tinggi dan kamu perlu mengikuti pergerakan harga saham yang kamu miliki atau yang ingin kamu beli. Oleh sebab itu, investasi saham kurang direkomendasikan untuk kamu yang baru ingin mulai mencoba investasi.

5. Deposito

Deposito

Investasi jenis termasuk merupakan investasi yang paling aman, karena hampir sama dengan menabung. Bedanya, uang yang sudah dideposit tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu karena terdapat jangka waktu tertentu yang sudah ditentukan di awal, seperti 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 2 tahun. Keuntungan dari investasi jenis ini diperoleh dari suku bunga yang ditawarkan oleh bank yang dituju.

Namun, karena resikonya yang rendah, hasil keuntungan deposito termasuk yang paling rendah dari investasi jenis lainnya. Selain itu, jika terjadi inflasi tinggi, maka nilai bunga yang diberikan tetap di bawah angka inflasi karena bunga yang diberikan sudah ditentukan sebelum kamu berinvestasi, sehingga kamu tidak memeroleh keuntungan dari deposito tersebut.

6. Peer to peer lending (P2P Lending)

Peer to peer lending

Peer to peer lending adalah jenis investasi di mana kamu meminjamkan uang kepada peminjam secara online. Dengan investasi ini, kamu bisa meminjamkan ataupun mengajukan pinjaman dengan berbagai tujuan melalui suatu sistem yang mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman. P2P ini membutuhkan modal yang cenderung kecil, yaitu mulai dari Rp100.000,00 dan bunga pinjaman yang diterima juga cukup besar.

Namun, pada investasi ini, kamu tidak bisa menarik uangmu kapanpun kamu mau. Untuk berinvestasi P2P lending, kamu juga perlu menilai dan menganalisa pinjaman-pinjaman yang ingin kamu danai, karena ada kemungkinan bahwa peminjam gagal mengembalikan uang pinjamannya, sehingga modal kamu bisa lenyap, Walau begitu, mayoritas platform peer to peer lending sudah memberikan jaminan kepada pendana. Oleh karena itu, saat memilih platform kamu harus perhatikan dulu keterangan mengenai jaminan yang diberikan.


Nah, begitulah penjelasan mengenai jenis-jenis investasi yang ada. Semoga artikel ini bisa membantu kamu memilih jenis investasi yang sesuai dengan target dan keinginan kamu.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *