Apakah IPK bagus menjamin masa depan sukses?

Seperti kita ketahui, tujuan dari pendidikan tinggi untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk memahami dan memiliki kemampuan akademik yang bertujuan untuk menerapkan mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian yang pada dasarnya dari hal-hal tersebut untuk mempersiapkan peserta didik untuk menghadapai kehidupan sesungguhnya. Secara umum, pendidikan tinggi mengukur kemampuan akademis mahasiswanya setelah menyelesaikan studinya dengan alat ukur yang bernama Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Lantas apa itu IPK?

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan ukuran kemampuan/pencapaian mahasiswa sampai pada periode tertentu yang dihitung berdasarkan jumklah SKS (Satuan Kredit Semester ) tiap mata kuliah yang telah ditempuh. Ukuran nilai tersebut akan dikalikan dengan nilai bobot tiap mata kuliah kemudian dibagi dengan jumlah SKS mata kuliah yang telah ditempuh dalam periode tersebut. Untuk menentukan mana IPK yang bagus/tidak kita dapat mengetahuinya melaluinya dengan skala 1-4. Pada umumnya, biasanya skala yang dikategorikan bagus itu ada di skala 3-4 sedangkan yang tidak dibawah 3.

Untuk mendapatkan IPK yang bagus bahkan sampai mencapai gelar cumlaude pastinya dibutuhkannya usaha dan kerja keras mahasiswa juga perlu kerjasama dengan dosen. Biasanya sebelum perkuliahan awal semester dimulai dosen memberitahu mahasiswa dalam sistem penilaian selama kuliah, dan aturan itu telah disepakati antara dosen dan mahasiswanya. Semacam itu yang dinamakan dengan kontrak kuliah. Penilaian yang digunakan oleh dosen di kampus saya di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) adalah 30% dari tugas dan kuis, 30% dari hasil Ujian Tengah semester, dan 40 % dari Ujian Akhir Semester.. IPK yang bagus buat sebagian orang merupakan sesuatu hal yang dapat dibanggakan kelak pada saat mereka lulus atau bahkan pada saat berkarir. Itulah mengapa para mahasiswa berambisi untuk mendapatkan IP semester diatas 3 atau bahkan diatas 3.5 untuk mendapatkan gelar cumlaude.

Tetapi, pada akhirnya kita berpikir sepenting itu kah untuk mendapatkan IPK yang bagus. Apakah IPK bagus berarti kita akan mendapatkan masa depan yang bagus? karir sukses? mendapatkan banyak uang?. Kalau dipikir-pikir menurut pendapat saya, “IPK bukan segalanya” artinya jika anda memiliki IPK atau IP semester anda sekarang tidak bagus bukan akhir dari segalanya karena masih ada hal yang jauh lebih penting daripada IPK yang kita dapatkan setelah lulus kuliah apalagi urusan dalam hal merintis karir/bahkan berbisnis.

Jadi, apakah IPK itu adalah hal yang penting?

Menurut saya hal yang lebih penting adalah bagaimana sikap kita di dalam dunia bermasyarakat. Lantas, mengapa bisa? ya karena menurut saya jika kita memiliki sikap yang baik kepada seseorang ketika berada dunia bermasyarakat itu sudah cukup dihargai oleh masyarakat. Karena dengan memiliki sikap yang baik, maka sebenarnya kepintaran kita tidak perlu dipertanyakan karena sikap baik itu sudah menutupinya.

Selain itu juga, ketika IPK kita kaitkan ke dalam dunia kerja misalnya dalam hal melamar pekerjaan saya berani bilang bahwa itu bukan faktor terpenting melainkan bagaimana pengalaman kita dan kemampuan kita dalam bekerja. Soal pengalaman walaupun misalkan anda masih fresh graduate setidaknya ketika anda memiliki pengalaman organisasi, magang, part-time, dan lain-lain pasti HRD akan mempertimbangkannya karena pengalaman-pengalaman itu menunjukan bahwa anda pernah berinteraksi dengan orang sebagaimana dunia kerja hal itu merupakan hal yang sangat relevan. Begitupun juga kemampuan kita, mungkin pemahaman teori kita secara akademis tidak bagus tetapi anda perlu melakukan sesuatu secara praktikal. Karena ketika kita menunjukan kemampuan kita.

Maka dari itu, IPK bukan segalanya buat teman-teman yang merasa IPK-nya jelek masih ada hal-hal yang jauh lebih penting. Begitupun juga ketika kita merasa IPK kita sudah bagus, jangan senang dulu karena masih ada hal-hal yang jauh lebih penting.

IPK bagus/tidak bagus sama-sama sesuatu yang belum cukup untuk mendapatkan karir yang lebih baik.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *