Cerita Tokoh Wayang Arjuna di Perang Bharatayuddha

Tokoh Wayang Arjuna

Tokoh wayang Arjuna terlibat dalam sebuah perang besar yang dikenal dengan Bharatayuddha. Bharatayuddha sendiri merupakan sebuah perang memperebutkan kekuasaan antara keluarga Pandawa dan keluarga Korawa. Arjuna merupakan anak ketiga dari lima bersaudara yang merupakan keturunan Pandawa dengan Kunti istri pertama Pandawa. Artikel ini akan menceritakan tokoh wayang Arjuna di Perang Bharatayuddha

Wayang Arjuna Jawa dan Arjuna India

Diceritakan bahwa Arjuna dan saudara-saudaranya dibimbing oleh Drona. Drona adalah ahli seni perang dan seorang guru di Hastinapuran yang bertugas mendidik para pangeran. Arjuna merupakan murid kesayangannya karena ketangkasannya dalam memanah.

Arjuna dalam Pewayangan Jawa memiliki beberapa ciri khas yang berbeda dengan versi India. Versi Jawa Arjuna merupakan seorang kesatria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru. Arjuna versi Jawa memiliki sifat cerdik, pandai dan sopan. Karena keahliannya tidak ada yang bisa menandinginya. Arjuna dalam medan laga meskipun memiliki tubuh ramping dan berparas rupawan yang berhati lembut bermental baja. Arjuna sering digambarkan sebagai seorang kesatria yang tampan dan memiliki keahlian dalam memanah.

Nama Arjuna dalam Bahasa sangsekerta berarti putih, bening atau bersih. Hal tersebut sejalan dengan sikap yang lemah lembut dan tidak suka perselisihan. Kerapkali ia sering berperan sebagai penengah saat ada perselisihan. Oleh karena itu selain merupakan anak tengah, Arjuna juga sering disebut ksatria penengah Pandawa.

Arjuna pernah menjadi cedikiawan hindu atau disebut brahmana di Goa Mintaraga. Menjadi kesatria Unggulan para dewa dalam membinasakan Prabu Niwatakawaca raja raksasa dari negara Manimantaka. Karena jasanya mengalahkan Prabu Niwatakawaca Arjuna dinobatkan sebagai raja di Khayangan Dewa Indra, bergelar Prabu Karitin

Peran Arjuna dalam Perang Bharatayuddha

Perang Bharatayuddha
id.wikipedia.org

Bharatayuddha apabila diartikan dalam Bahasa sangsekerta adalah “Perang keturunan Bharata”, karena melibatkan lima puta Pandu (Pandawa) yang dipimpin Yudistira dan 100 putra Dretarastra (Korawa) yang dipimpin Duryodana. Pertempuran tersebut terjadi di Padang Kurusetra, yang menarik menurut versi Jawa lokasi tersebut terjadi di Pulau Jawa atau lebih tepatnya di dataran tinggi Dieng. Sedangkan untuk versi lain terjadi di Asia Selatan atau lebih tepatnya India.

Tokoh Wayang Arjuna di Perang Bharatayuddha memiliki sikap lembut dan tidak suka perselisihan membuat ia ragu ketika perang karena berhadapan dengan Bisma kakek kandungnya sendiri, keduanya ragu karena mereka sama-sama saling menyayangi satu sama lain. Namun pada akhirnya Arjuna bersama Kresna penasihat sekaligus kusirnya dapat mengalahkan Bisma dengan memanahnya sampai kepala Bisma terpenggal. Kresna merupakan teman dekat dari Arjuna dan ia juga yang menasehati Arjuna atas keraguannya pada saat perang, factor lain yang membuat Arjuna melesatkan panah kek kakek kandungnya karena bantuan Srikandi.

Keragu-raguan tidak hanya karena kakek kandungnya, tapi juga mahaguru Drona yang ada dipihak Korawa. Pada peperangan selanjutnya Arjuna mendapati putranya Abimanyu gugur ditangan Jayadrata dan bertarung untuk membalaskan dendamnya karena telah membunuh anaknya. Terjadi pertarungan sengit yang dialami Arjuna saat menghadapi Karna yang menjadi pendukung dari pihak Korawa. Saat keduanya berhdapan dengan sengit karena keduanya merupakan ahli dalam memanah sehingga pertempuran menghabiskan waktu yang cukup lama, pada akhirnya salah satu roda kereta Karna terperosok ke dalam lumpur

Arjuna menunggu karna untuk mendorong keretanya yang terperosok. Namun Kresna mendesaknya agar segera menghabisinya karena Karna sedang dalam posisi lengah. kresna menyebut bahwa Abimanyu putranya dikeroyok oleh Karna saat putranya tidak memegang senjata. Pada akhirnya Arjuna melesatkan panahnya kepada Karna karena gejolak amarah atas putranya yang terbunuh tragis.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *