Digital Minimalisme 101: Mengelola Waktu Digital

Ilustrasi digital minimalisme
Ilustrasi Digital Minimalisme (source : niteshsakpal.com)

Pernahkah kamu merasa bahwa tahun 2020 itu baru kemarin? situasi dimana covid sedang ramai ramainya diperbincangkan, PSBB mulai diadakan, dan akhirnya new normal dimulai. Kejadian tersebut sudah berlalu 4 tahun yang lalu. Namun sebagian orang merasa kejadian tersebut terjadi belum lama ini. Salah satu faktor penting adalah dengan adanya media sosial. Penggunaan teknologi pada era digital ini tidak dapat dipungkiri yang menyebabkan aliran informasi secara terus menerus datang ke kehidupan kita. Melalui berbagai macam platform di media sosial kita mulai menggunakan waktu luang nya untuk berselancar di dunia maya, mulai dari bangun tidur, bekerja, bahkan saat di kamar mandi kita tidak dapat terhindar dari hal tersebut.

Kita mulai terbiasa dalam keadaan terhibur kapan pun dan dimanapun melalui sosial media yang ada, oleh karena itu persepsi mengenai waktu kita mulai berubah, jadi seakan lebih cepat. Namun jangan khawatir mengenai hal tersebut. Dalam buku “Digital Minimalism” karya Cal Newport terdapat tips untuk mengatasi masalah tersebut.

1. Kurangi aktivitas digital

ilustrasi social media
Ilustrasi social media (source : noupe.com)

Bagian ini merupakan bagian tersulit dalam proses. Coba kamu bagi, perilakumu dalam menggunakan teknologi menjadi dua, yaitu penting dan optional. Kemudian coba kamu berhenti menggunakan teknologi optional yang sudah kamu buat selama 30 hari. Teknologi yang dimaksut disini tidak hanya terbatas didalam sosial media saja, namun netflix, disney plus, playstation juga ya.

Selain itu opsi lainya adalah dengan menerapkan aturan aturan tertentu untuk mengaksesnya selama 30 hari tersebut. Misalnya hanya mengakses youtube dengan topik yang benar benar kamu berintensi untuk menonton nya, tidak berdasarkan sugestion di youtube. Ketika pada masa 30 hari ini kamu merasa ingin untuk menggunakan teknologi optional yang telah kamu buat, coba bereksperimen dengan mencari kegiatan lain yang dapat buat kamu senang ya.

Tentu setelah 30 hari kamu dapat menggunakan teknologi optional lagi ya. Namun setelah 30 hari kamu akan mendapatkan perspektif baru mengenai teknologi tersebut. Perlu diingat bahwa setelah 30 hari tersebut terlalui bertanyalah pada diri kamu sendiri

  • Apakah teknologi ini benar benar kamu butuhkan?
  • Bagaimana cara memaksimalkan potensi dari teknologi ini untuk menunjang kenaikan dari value diri kamu sendiri?

2. Lakukan kegiatan yang nyata

ilustrasi orang berolahraga
Ilustrasi orang yang sedang berolahraga (source: liputan6.com)

Pada bagian kedua kamu hanya tinggal mempertahankan keadaan yang sudah kamu bangun di bagian pertama. Untuk melakukan nya kamu harus mengerti mengenai sebuah konsep “Solitude Deprivation” yaitu sebuah keadaan ketika kita tidak mempunyai waktu dengan pikiran kita sendiri. Sering sekali ketika kita bosan kita langsung mengambil handphone untuk bersosial media atau bermain game. Coba kamu hindari perilaku tersebut dengan cara

  • Meninggalkan hp mu di tempat tempat yang sulit untuk dijangkau
  • Mematikan notifikasi sosial media yang tidak penting

Ketika kamu sudah melakukan itu maka langkah terakhir yang dilakukan adalah gunakan sosial media sebaik mungkin dengan mengutamakan bertambahnya value kamu secara pribadi dan hindari “Mindlessly Scrolling” atau kegiatan scrolling layar handphone secara terus menerus pada social media. Serta utamakan kegiatan kegiatan lain yang dapat membuat kamu bahagia. Misalnya olahraga, belajar hal baru, dan jalan jalan bersama orang yang kamu sayangi.

Dengan menyadari dampak positif dari digital minimalisme terhadap fokus, produktivitas, dan kesehatan mental, kita dapat mengambil langkah-langkah kecil menuju gaya hidup yang lebih sederhana Dengan memprioritaskan kualitas waktu di dunia digital, kita dapat menikmati kehidupan nyata dengan lebih penuh dan mendalam.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *